Mobil listrik saat ini menjadi fokus utama dalam transformasi transportasi Indonesia. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mobil elektrik membuka jalan menuju mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan. Perkembangan ini tidak hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga respons terhadap tantangan iklim global. Di sini kita akan menjelajahi manfaat mobil listrik, dari dampak lingkungan hingga potensi ekonomi yang membentuk masa depan Indonesia.

Peningkatan popularitas mobil listrik di Indonesia mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Dukungan infrastruktur pengisian daya serta insentif fiskal menjadi pendorong utamanya. Laporan terakhir menunjukkan pertumbuhan 30% penjualan mobil elektrik tahun lalu, menandai langkah nyata menuju transportasi ramah lingkungan.
BACA JUGA ARTIKEL TENTANG : https://mknt.id/
Kunci Poin
- Perpindahan ke mobil listrik mempercepat transformasi ke transportasi berkelanjutan.
- Pengurangan emisi karbon dan polusi udara menjadi prioritas utama.
- Biaya operasional lebih rendah dibanding mobil bensin.
- Pemerintah aktif mendukung melalui insentif dan regulasi.
- Inovasi teknologi baterai memperkuat daya saing mobil listrik.
Pengenalan Mobil Listrik dan Perkembangannya di Indonesia
Kendaraan listrik atau mobil listrik merupakan inovasi transportasi yang mengandalkan baterai dan motor listrik sebagai sumber tenaga. Berbeda dengan mobil bensin, kendaraan elektrik tidak menghasilkan emisi langsung, sehingga lebih ramah lingkungan. Sistem pengisian dayanya menggunakan stasiun listrik, menawarkan alternatif energi yang lebih berkelanjutan.
Apa itu Mobil Listrik?
Mobil listrik menggantikan mesin bensin dengan komponen elektrik utama:
- Baterai lithium-ion sebagai penyimpan energi
- Motor listrik yang mengubah listrik menjadi gerak
- Sistem pengisian daya yang kompatibel dengan jaringan listrik
“Transisi ke kendaraan listrik adalah langkah penting dalam menuju net zero emission,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI.
Sejarah Perkembangan Mobil Listrik
Pengembangan mobil listrik dimulai sejak abad ke-19, tetapi popularitasnya melesat di era modern. Di Indonesia, adopsi kendaraan elektrik mulai berkembang sejak 2010-an. Pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui kebijakan insentif pajak sejak 2016. Tahun 2023, tercatat lebih dari 5.000 unit kendaraan listrik terjual di Tanah Air, naik 30% dari tahun sebelumnya.
Tren Mobil Listrik di Indonesia
Tren 2023 menunjukkan minat masyarakat meningkat terhadap kendaraan elektrik. Model seperti Hyundai Kona EV, Tesla Model 3, dan mobil lokal seperti VinFast VF8 menjadi pilihan populer. Pemerintah menargetkan 20% armada transportasi di 2030 berasal dari kendaraan listrik, didukung 1.000 stasiun pengisian hingga 2025.
Manfaat Lingkungan dari Mobil Listrik
Penggunaan mobil listrik membuka peluang besar bagi Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi.mobil ramah lingkunganini tidak menghasilkan emisi langsung dari mesin, sehingga berkontribusi pada penurunan polusi udara. Studi Bappenas tahun 2023 menunjukkan penggunaan 100 ribumobil hijaudapat mengurangi emisi CO2 sekitar 500 ribu ton per tahun.
Pengurangan Emisi Karbon
Mobil listrik mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Satu mobil listrik mengurangi emisi hingga 2,5 ton CO2/tahun dibanding mobil bensin. Data Kementerian ESDM 2024 menunjukkan Indonesia bisa menekan emisi hingga 15% jika 20% kendaraan beralih ke listrik.
Konservasi Sumber Daya Alam
Dengan baterai yang mengandalkan listrik dari energi terbarukan, mobil listrik mempercepat transisi dari minyak bumi. Tabel berikut menunjukkan perbandingan sumber energi:
- Mobil bensin: 100% fosil
- Mobil listrik: 60% energi terbarukan (2023)
Kebijakan PLN untuk 35% energi terbarukan 2030 akan meningkatkan efisiensi ini.
Dampak Positif Terhadap Kualitas Udara
Pengurangan emisi NO₂ dan partikulat di Jakarta mencapai 40% di daerah denganmobil hijau. Studi UGM 2024 mencatat penurunan kasus asma di area uji coba mobil listrik hingga 25%. Perubahan ini mendukung komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk menurun 31,89% emisi hingga 2030.
Pemilihan mobil listrik bukan hanya tren, tapi solusi konkret untuk masa depan yang lebih hijau.
Ekonomi dan Manfaat Finansial Mobil Listrik
Adopsi mobil listrik tak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menawarkan keuntungan finansial jangka panjang. Berikut analisis lengkapnya:
Penghematan Biaya Bahan Bakar
Pengguna mobil listrik bisa mengurangi biaya operasional hingga 50% dibanding mobil bensin. Simulasi untuk pengguna rata-rata menunjukkan:
- Biaya per km untuk listrik: Rp 500-700
- Biaya per km untuk bensin: Rp 1.200-1.500
Perbedaan ini semakin besar untuk pengemudi jarak jauh atau bisnis transportasi.
Insentif Pajak dan Subsidi Pemerintah
Pemerintah Indonesia menerapkan insentif seperti:
- Potongan PPN 0% untuk mobil hemat energi
- Subsidi baterai hingga Rp 50 juta melalui program BLTDP
- Bebas pajak bensin (PPnBM) untuk mobil listrik impor
“Subsidi fiskal ini memangkas biaya awal hingga 30%”, ujar analis industri otomotif.
Nilai Jual Kembali yang Tinggi
Mobil listrik cenderung mempertahankan nilai jual 20-30% lebih baik dibanding mobil konvensional setelah 3 tahun. Faktor penentu:
- Permintaan pasar yang stabil
- Ketersediaan baterai bekas dengan nilai ekonomis
Studi 2023 menunjukkan mobil listrik kehilangan nilai rata-rata hanya 15% setelah 5 tahun pemakaian.
Infrastruktur Pengisian Daya di Indonesia
Perkembangan mobil berbasis listrik di Indonesia membutuhkan infrastruktur pengisian daya yang mendukung. Pemerintah dan pelaku industri terus memperluas jaringan stasiun pengisian untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan elektrik.
Jenis-Jenis Stasiun Pengisian Daya
- Slow charging (4-8 jam): Cocok untuk rumah atau tempat parkir lama.
- Fast charging (30 menit-1 jam): Ditempatkan di area umum seperti rest area jalan tol.
- Battery swapping: Layanan ganti baterai instan, tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Penempatan di Wilayah Strategis
Wilayah | Lokasi Stasiun |
---|---|
Jabodetabek | Terminal, mall, dan stasiun kereta |
Jawa Tengah | Pelabuhan Semarang dan bandara |
Bali | Jalan tol Bali Mandara dan pusat wisata |
Pemerintah menargetkan 2.000 stasiun pengisian hingga 2025, fokus di jalur transportasi utama.
Kerjasama Pemerintah dan Swasta
Kementerian ESDM bekerja sama dengan PLN, Pertamina, dan Gojek untuk membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Program kolaborasi ini melibatkan investasi Rp500 miliar tahun ini untuk memperluas akses charging point di 10 kota prioritas.
Tantangan yang Dihadapi dalam Adopsi Mobil Listrik
“Kunci peningkatan adopsi mobil listrik adalah mengatasi persepsi bahwa kendaraan ini rumit dan mahalarga,” kata Direktur Asosiasi Energi Terbarukan Indonesia.
Peluncuran mobil elektrik di Indonesia masih terhambat oleh tiga faktor utama. Data 2023 menunjukkan bahwa 45% masyarakat masih ragu memilih kendaraan listrik karena ketidakpahaman teknologi. Berikut analisis terperinci:
Persepsi Publik terhadap Mobil Listrik
Masyarakat masih khawatir mobil elektrik memiliki jangkauan terbatas dan pengisian daya sulit diakses. Survei 2023 menemukan 68% responden tidak mengetahui bahwa kendaraan listrik saat ini sudah bisa menempuh 300-400 km per pengisian. Misconsepsi ini memperlambat adopsi teknologi ramah lingkungan ini.
Kendala Infrastruktur
- Jaringan pengisian daya di kota besar masih terbatas, dengan rata-rata 5 stasiun per 100 km jalan.
- Daerah terpencil hanya memiliki 15% dari total infrastruktur pengisian nasional.
- Konektor pengisian belum memiliki standar seragam antar merek.
Harga Awal yang Tinggi
Harga mobil elektrik di Indonesia 2-3x lebih mahal dari mobil bensin. Faktor utama:
- Biaya baterai lithium mencapai 40% dari total harga kendaraan.
- Bea masuk komponen impor mencapai 15-20%.
- Produksi massal belum tercapai karena pasokan lokal terbatas.
Parameter | Indonesia | Thailand | Malaysia |
---|---|---|---|
Jumlah stasiun pengisian (2023) | 650 | 1.200 | 890 |
Subsidi pemerintah | Rp 50 juta/kendaraan | Rp 70 juta | Rp 60 juta |
Target 2025 | 20.000 unit | 50.000 unit | 35.000 unit |
Perbandingan di atas menunjukkan Indonesia perlu percepatan investasi infrastruktur dan insentif pajak untuk mengeatasi hambatan ini. Solusi strategis seperti kemitraasan swasta dan standarisasi nasional dapat mempercepat transisi ke kendaraan listrik.
Peran Pemerintah dalam Mendorong Mobil Listrik
Pemerintah Indonesia memainkan peran sentral dalam percepatan adopsi mobil listrik. Dengan kebijakan strategis, pemerintah tidak hanya mengatur tetapi juga mendorong inovasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mobil bertenaga listrik dan mobil ramah lingkungan.
Kebijakan dan Regulasi Terkini
- Peraturan Presiden No. 55/2019 menetapkan target 20% kendaraan listrik di Indonesia pada 2025.
- Pajak progresif diberlakukan untuk kendaraan bermotor bensin, sementara insentif fiskal diberikan untuk produsen mobil ramah lingkungan.
- Standar teknis baterai dan pengisian daya diatur melalui kerja sama Kementerian Perindustrian dan Badan Standar Nasional Indonesia (BSN).
Program Promosi dan Edukasi
Kementerian Perhubungan meluncurkan kampanye “Go Green Drive” melalui media sosial dan acara pameran otomotif. Sosialisasi dilakukan langsung di 10 kota besar, termasuk demo test drive mobil listrik dari merek seperti KIA EV6 dan BYD Han. Pelatihan bagi dealer dan teknisi di seluruh Indonesia juga dilakukan untuk membangun ekosistem yang siap mendukung mobil bertenaga listrik.
Pengembangan Teknologi Lokal
Pemerintah mengalokasikan dana APBN 2023 sebesar Rp500 miliar untuk riset baterai lokal bersama Universitas Gadjah Mada dan PT Astra International. Proyek kolaborasi dengan Tesla Indonesia tahun 2024 menargetkan produksi komponen baterai di Cikarang, Jawa Barat.
“Kami menargetkan 30% komponen mobil listrik buatan lokal pada 2025,” kata Menteri Perindustrian dalam pidato tahunan 2023.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur otomotif ramah lingkungan di Asia Tenggara.
Teknologi Terkini dalam Mobil Listrik
Pembaharuan teknologi terus mendorong kemajuan mobil eco-friendly dan mobil berbasis listrik. Inovasi terkini fokus pada efisiensi, keamanan, dan kenyamanan pengguna.
Baterai Lithium-Ion dan Inovasi Terbaru
- Baterai lithium-ion generasi baru mencapai kepadatan energi 300 Wh/kg, memperpanjang jarak tempuh hingga 600 km.
- Penelitian material solid-state battery sedang dikembangkan untuk mengurangi risiko kebocoran listrik.
- Harga baterai turun 89% dalam 10 tahun terakhir, menurut BloombergNEF.
Sistem Penggerak dan Efisiensi Energi
Sistem penggerak modern mengoptimalkan penggunaan daya listrik:
- Motor listrik syncronous permanent magnet (SPM) mengurangi kerugian energi hingga 15%.
- Regenerative braking mengubah energi pengereman menjadi daya baterai tambahan.
- Sistem power management cerdas mengatur distribusi daya sesuai kebutuhan berkendara.
Fitur Keselamatan pada Mobil Listrik
Komponen keselamatan di mobil berbasis listrik terus ditingkatkan:
- Sensor suhu baterai real-time mencegah overcharging dan overdischarging.
- Desain bodi anti-korsleting dengan isolasi kelas IP67.
- Sistem pemadam api otomatis di ruang baterai.
Perkembangan teknologi V2G (Vehicle-to Grid) mulai diuji di Jakarta, memungkinkan mobil berbagi daya ke jaringan listrik. Pengembangan ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi pusat industri transportasi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Mobil Listrik di Sektor Transportasi Umum

Penerapan kendaraan listrik dalam transportasi umum menjadi kunci transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia. Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya telah menguji armada bus listrik untuk TransJakarta dan angkutan penumpang. Penggantian mobil bensin dengan mobil hijau di sektor ini mengurangi polusi udara sekaligus menekan biaya bahan bakar jangka panjang.
Penerapan Mobil Listrik dalam Angkutan Umum
Beberapa kota telah memulai program ini:
- TransJakarta memasukkan 50 bus listrik dengan kapasitas 80 penumpang per unit
- Denpasar menerapkan taksi listrik berlisensi resmi sejak 2022
- Bandung menguji shuttle listrik untuk kawasan industri
Dampak terhadap Mobilitas Masyarakat
“Adopsi kendaraan listrik di transportasi umum meningkatkan aksesibilitas angkutan ramah lingkungan sebesar 30% di kota-kota besar”
Peningkatan kapasitas angkut dan kebisingan yang lebih rendah menjadi keuntungan utama. Rute TransJakarta yang menggunakan bus listrik mencatat peningkatan pengguna hingga 15% karena kenyamanan yang lebih baik.
Studi Kasus Implementasi
Proyek bus listrik di Bandung menghadapi tantangan seperti keterbatasan stasiun pengisian. Solusi diadopsi dengan:
- Pemasangan fast-charger di terminal strategis
- Kolaborasi dengan PLN untuk jaringan listrik prioritas
Hasilnya, operasional rute Bandung-Jakarta berhasil mencapai efisiensi biaya 40% setahun setelah implementasi.
Kendaraan listrik di angkutan umum juga membuka peluang bisnis baru seperti layanan sewa harian dan shuttle perusahaan. Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana mobilitas hijau dapat menjadi pendorong perubahan sistem transportasi nasional.
Perbandingan Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional
Perbedaan signifikan antara mobil elektrik dan mobil bahan bakar terlihat dalam kinerja, biaya, serta pengalaman berkendara. Analisis berikut menyoroti perbandingan berdasarkan data terkini di Indonesia.
Kinerja dan Efisiensi
Parameter | Mobil Listrik | Mobil Bensin |
---|---|---|
Akselerasi 0-100 km/jam | 5-8 detik (contoh: BYD ATTO 3) | 8-12 detik (contoh: Toyota Avanza) |
Konsumsi Energi | 15 kWh/100km (mobil hemat energi) | 8-10 L/100km |
Torsi Maksimal | Instan 0-6000 rpm | Maksimal pada rpm tertentu |
Biaya Operasional dan Perawatan
- Biaya per km: mobil elektrik (Rp 1.500) vs bensin (Rp 7.000)
- Penggantian baterai setiap 8-10 tahun vs mesin bensin perawatan rutin 1 tahun
- Pajak lebih rendah untuk mobil hemat energi berdasar Peraturan Pemerintah No. 3/2023
Kenyamanan dan Pengalaman Berkendara
“Sistem penggerak tanpa suara mesin membuat perjalanan lebih tenang,” ujar pengguna Tesla Model 3 di Jakarta.
Mobil listrik menawarkan:
- Respons throttle instan tanpa transmisi manual
- Sistem pendingin baterai yang mengurangi panas interior
- Fitur canggih seperti pengisian nirkless dan sensor parkir
Ketersediaan bengkel resmi di 15 kota besar Indonesia memudahkan pemeliharaan.
Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia
Pertumbuhan industri mobil bertenaga listrik di Indonesia akan terus berkembang seiring meningkatnya dukungan pemerintah dan teknologi. Proyeksi menunjukkan penjualan mobil eco-friendly dapat mencapai 20% dari total pasar otomotif pada 2030, didorong oleh insentif fiskal dan ekspansi infrastruktur pengisian daya.
Proyeksi Pertumbuhan Pasar
Data riset menunjukkan permintaan mobil listrik meningkat 15% tahunan hingga 2025. Faktor seperti kebijakan PLTSrta 2025 dan penurunan biaya baterai akan mendorong penetrasi pasar. Pemerintah menargetkan 20% angkutan umum menggunakan mobil listrik pada 2030, memperkuat posisi Indonesia sebagai sentra produksi baterai global berkat cadangan nikel yang melimpah.
Inovasi dan Tren Teknologi
- Pengembangan baterai solid-state yang meningkatkan daya tahan 2x lipat
- Peluncuran stasiun pengisian nirkabel di 50 kota besar
- Kolaborasi dengan Tesla dan BYD untuk produksi massal mobil eco-friendly
“Indonesia memiliki potensi menjadi pusat ekspor baterai lithium di ASEAN,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat 2023.
Peningkatan Pendidikan dan Kesadaran
Kampanye edukasi akan fokus pada:
- Workshop interaktif tentang perawatan mobil listrik
- Konten digital di platform TikTok dan Instagram
- Program simulasi biaya penghematan melalui aplikasi mobile
Program ini bertujuan memperkenalkan manfaat jangka panjang mobil bertenaga listrik sejak 2024.
Kesadaran Konsumen dan Mobil Listrik
Perubahan perilaku konsumen terhadap mobil listrik dan mobil eco-friendly memainkan peran kritis dalam percepatan adopsi teknologi ini di Indonesia. Faktor sosial, informasi, dan akses ke sumber edukasi menjadi kunci membangun keputusan beli yang berbasis pengetahuan.
Perilaku Pembelian Berbasis Data
Survei terkini menunjukkan 60% konsumen Indonesia mempertimbangkan dampak lingkungan saat memilih mobil eco-friendly. Faktor seperti biaya operasional rendah dan citra sosial menjadi pendorong utama. Tabel berikut menggambarkan prioritas utama konsumen:
Faktor | Presentase Prioritas |
---|---|
Kelompok Umur 18-35 Tahun | 75% mengutamakan dampak lingkungan |
Kelompok Usia 36-50 Tahun | 60% fokus pada biaya operasional |
Edukasi yang Praktis
Program seperti test drive di pusat demo Astra dan simulasi biaya dari Toyota Indonesia membantu konsumen memahami kelebihan mobil listrik. Strategi edukasi efektif termasuk:
- Demonstrasi langsung baterai dan pengisian daya
- Simulasi perbandingan biaya 5 tahun antara mobil konvensional vs listrik
- Workshop interaktif tentang insentif pemerintah
Sosial Media Sebagai Alat Edukasi
Platform seperti Instagram dan TikTok digunakan untuk kampanye seperti #GoElectricID oleh komunitas EV Indonesia. Strategi kunci:
- Kolaborasi dengan influencer teknologi seperti @EcoDriveID
- Video pendek tentang perawatan rutin mobil listrik
- Grup diskusi online dengan moderasi teknisi
“Edukasi visual di sosial media meningkatkan kepercayaan konsumen sebesar 40%,” kata pakar mobilitas Bima Arya.
Kesimpulan
Perjalanan Indonesia menuju mobilitas yang berkelanjutan semakin terbuka dengan adanya mobil listrik. Dari pengurangan polusi hingga efisiensi biaya, mobil ramah lingkungan dan mobil hemat energi membuka peluang besar bagi perkembangan berkelanjutan. Berikut poin-poin penting yang perlu diingat.
Ringkasan Manfaat Mobil Listrik
Manfaat mobil ramah lingkungan tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menghemat biaya operasional. Teknologi baterai modern dan infrastruktur pengisian yang berkembang membuat kendaraan ini lebih praktis. Pengurangan polusi udara menjadi kontribusi langsung bagi kesehatan masyarakat.
Instrumen untuk Mendorong Adopsi
Kebijakan insentif pajak, peningkatan stasiun pengisian, dan kolaborasi antar-sektor diperlukan. Pemerintah perlu memperluas subsidi untuk mobil hemat energi, sementara perusahaan harus memperkenalkan model harga terjangkau. Edukasi masyarakat tentang keunggulan energi terbarukan juga menjadi kunci.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Masa depan transportasi Indonesia bisa lebih bersih dan adil jika adopsi mobil ramah lingkungan dipercepat. Inovasi teknologi baterai dan infrastruktur yang terjangkau akan mendorong transformasi. Setiap pihak—pemerintah, pelaku bisnis, dan konsumen—perlu berperan aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan mobil listrik?
Mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energinya, biasanya melalui motor listrik dan baterai. Mobil ini merupakan pilihan ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang sangat rendah dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil.
Apa saja manfaat lingkungan yang ditawarkan oleh mobil listrik?
Mobil listrik berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon, konservasi sumber daya alam, dan peningkatan kualitas udara. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mobil ramah lingkungan ini membantu dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim.
Bagaimana biaya operasional mobil listrik dibandingkan dengan mobil konvensional?
Secara umum, biaya pengoperasian mobil listrik lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Hal ini disebabkan oleh biaya bahan bakar listrik yang lebih murah dan pengurangan biaya perawatan karena mobil bertenaga listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak.
Apakah ada insentif pemerintah untuk membeli mobil listrik?
Ya, pemerintah Indonesia memberikan berbagai insentif pajak dan subsidi untuk pembelian mobil listrik. Ini termasuk pengurangan pajak kendaraan dan pajak impor untuk mendorong adopsi kendaraan listrik yang lebih luas.
Apa tantangan utama dalam adopsi mobil listrik di Indonesia?
Tantangan utama meliputi persepsi publik yang salah tentang mobil listrik, kendala infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas, serta harga awal yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional.
Bagaimana perkembangan infrastruktur pengisian daya di Indonesia?
Infrastruktur pengisian daya untuk mobil elektrik di Indonesia semakin berkembang dengan banyaknya stasiun pengisian yang dibangun di lokasi strategis. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta juga mempercepat pembangunan infrastruktur ini.
Apakah mobil listrik cocok untuk transportasi umum?
Ya, mobil listrik sangat cocok untuk penggunaan di sektor transportasi umum. Banyak kota besar di Indonesia telah menerapkan kendaraan listrik dalam armada angkutan umum mereka, seperti bus dan taksi, untuk mengurangi emisi dan biaya operasional.
Apa yang diharapkan dari masa depan mobil listrik di Indonesia?
Diharapkan bahwa pasar mobil listrik di Indonesia akan terus tumbuh, didukung oleh inovasi teknologi, program edukasi, dan kebijakan pemerintah yang lebih mendukung. Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan ASEAN.
Bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat mobil listrik?
Meningkatkan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui program edukasi, kampanye di media sosial, dan pameran kendaraan listrik yang menunjukkan manfaat serta teknologi terkini dari mobil listrik.