admin

This author admin has created 20 entries.

Diskusi Warung Kopi 4 Agustus 2018

Dari beberapa teknologi yang telah ada, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) diharapkan menjadi pelengkap dalam pencapaian target energi terbarukan di tahun 2025 dan hanya saja perlu adanya partisipasi yang lebih aktif dari pemerintah baik pengembang dalam memanfaatkan teknologi ini.   Itu adalah salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam Diskusi Warung Kopi (DWK) yang diadakan oleh Yayasan Energi Bersih Indoensia (Enerbi) yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2018 lalu di Café Eatopia, Jakarta.   Dalam diskusi yang bertema “Potensi, Tantangan

Diskusi Warung Kopi April 2018: Pengembangan Energi Surya adalah Tanggung Jawab Bersama

Target untuk mencapai bauran energi (energy mix) sebesar 23% dari energi terbarukan pada tahun 2025 masih jauh dari ideal, karena itu dibutuhkan kerjasama oleh semua pihak untuk dapat mencapainya. Itu adalah salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam Diskusi Warung Kopi (DWK) yang diadakan oleh Yayasan Energi Bersih Indoensia (Enerbi) yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 28 April 2018 lalu di Café Eatopia, Jakarta. Dalam diskusi yang bertema “Potensi, Tantangan dan Status Pengembangan Teknologi Sistem PV menuju target 23% energi terbarukan di

DWK Desember 2017, Pengembangan Energi Listrik Berbasis Energi Terbarukan di Indonesia

Sabtu 9 Desember 2017, EnerBI kembali mengadakan salah satu kajian rutin mengenai perkembangan energi terbarukan di Indonesia bertempat di Eatopia Caffe yang terletak di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan. Diskusi yang mengambil konsep keakraban di warung kopi ini bertemakan “Pengembangan Energi Listrik Berbasis Energi Terbarukan: Investasi, Kebijakan, Potensi, Implementasi dan Tantangan”. Diskusi ini dilatarbelakangi oleh adanya pendapat dari seluruh elemen energi baik dari sisi pemerintah, pengembang, civitas akademika, dan komunitas dalam pengembangan potensi energi terbarukan dengan semua tantangannya.   Bapak Laode Sulaiman,

Keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid di Pedesaan

Pada salah satu seminar yang diadakan oleh Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada pada bulan April 2017 yang lalu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan pernyataan bahwa masih ada 2500 desa di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Sementara itu, sumber lain menyatakan bahwa menurut perhitungan PLN terdapat lebih dari sekitar 3900 desa yang belum memiliki akses terhadap listrik. Beberapa alasan yang kerap kali diutarakan adalah akses menuju desa yang cukup sulit hingga

PLTS di Dusun Rejosari Gunung Kidul Lama Tak Beroperasi

Pada tahun 2013, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat yang tersebar di lebih dari 100 desa di Indonesia. Salah satu lokasi yang mendapatkan program ini adalah Dusun Rejosariyang terletak di Kelurahan Serut, Kecamatan Gedang Sari,Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.Kapasitas PLTS Terpusat ini adalah 15 Kilo Wattpeak (KWp). LIstrik yang dihasilkan oleh sistem ini dimanfaatkan oleh 65 kepala keluarga (KK) di dua Rukun Tetangga (RT) yaitu RT 25 dan RT26 Dusun Rejosari, Kelurahan Serut, Kecamatan

Peran Supergrid dalam Perkembangan Kelistrikan dan Energi Terbarukan Indonesia

Listrik adalah salah satu parameter dari masyarakat yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat sebagai infrastruktur dari pembangunan oleh negara. Dengan konsep kelistrikan yang saat ini pembangunannya berdasar kepada peningkatan ekonomi, maka rencana untuk pemerataan listrik maka sangat bergantung pada permintaan (demand). Sesungguhnya PLN sebelum berubah menjadi BUMN pendekatan perencanaan Listrik adalah pendekatan penyediaan (supply driven) karena melekatnya tanggung jawab negara untuk menyediakan listrik sebagai infrastruktur (public service obligation) tetapi ketika PLN berubah menjadi BUMN maka fungsi PSO tersebut seolah kabur bahkan

Nasib Rencana Pembangunan Nuklir di Indonesia dibalik Bayang – Bayang Fukushima

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia masih menjadi topik pembahasan yang sampai saat ini sulit menemukan titik terang. Berbagai spekulasi muncul lantaran banyak pihak yang masih mempertanyakan kesiapan Indonesia dalam mengelola dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kekhawatiran itu semakin kuat setelah terjadinya kecelakaan reaktor Fukushima pada  11 Maret 2011. Berbagai rencana pemerintah terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir mendadak perlu direview ulang. Apakah indonesia benar – benar sudah siap untuk memiliki PLTN?   Kecelakaan Fukushima yang terjadi sejak

Isu Keberlanjutan pada Program Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat

Perkembangan Energi Terbarukan di Indonesia dewasa ini mulai marak digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan energi di beberapa lokasi di Indonesia terutama lokasi pedalaman dan pulau – pulau terluar. Pemerintah dalam hal ini juga mengambil peranan penting dalam perkembangan energi terbarukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan komitmen mengenai perkembangan energi terbarukan di Indonesia pada pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP21), Paris, Prancis, 30 November 2015. Presiden Indonesia memberikan komitment Target mencapai 23 persen penggunaan Energi

Ke manakah Indonesia harus Berkiblat dalam Mengembangkan Energi Terbarukan?

Kebijakan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia telah dimulai sejak lebih dari 1 dekade yang lalu. Berbagai kebijakan telah diluncurkan untuk memperbesar penetrasi energi terbarukan dalam menyuplai energi listrik nasional. Salah satu di antaranya adalah dengan melibatkan peran kampus di dalamnya. Sejak pemerintah menggalakkan pengembangan pemanfaatan energi terbarukan, hampir setiap kampus mengarahkan penelitiannya ke arah hal tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya, implementasi pemanfaatan energi terbarukan di lapangan belum optimal.   Paper atau jurnal penelitian sebagai produk akademis dapat dijadikan salah satu indokator

Teknologi untuk Komunitas

Konsep pembangunan berkelanjutan yang mengisyaratkan agar apa yang kita lakukan saat ini tidak membebani kehidupan generasi masa depan semakin didengungkan. Hal tersebut dilandasi oleh kesadaran akan kondisi dunia saat ini, yaitu kelangkaan bahan bakar minyak dan polusi udara. Saat ini, energi listrik sebagai bentuk energi populer di masyarakat masih didominasi dari bahan bakar fosil. Budaya yang diwariskan dari penggunaan bahan bakar fosil semakin memperparah kondisi dunia dengan menimbulkan polusi udara dan kebakaran hutan sebagai efek samping pemanasan global. Selain itu, terjadi