Monthly Archives: August 2017

Nasib Rencana Pembangunan Nuklir di Indonesia dibalik Bayang – Bayang Fukushima

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia masih menjadi topik pembahasan yang sampai saat ini sulit menemukan titik terang. Berbagai spekulasi muncul lantaran banyak pihak yang masih mempertanyakan kesiapan Indonesia dalam mengelola dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kekhawatiran itu semakin kuat setelah terjadinya kecelakaan reaktor Fukushima pada  11 Maret 2011. Berbagai rencana pemerintah terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir mendadak perlu direview ulang. Apakah indonesia benar – benar sudah siap untuk memiliki PLTN? Kecelakaan Fukushima yang terjadi sejak 6

Isu Keberlanjutan pada Program Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat

Perkembangan Energi Terbarukan di Indonesia dewasa ini mulai marak digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan energi di beberapa lokasi di Indonesia terutama lokasi pedalaman dan pulau – pulau terluar. Pemerintah dalam hal ini juga mengambil peranan penting dalam perkembangan energi terbarukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan komitmen mengenai perkembangan energi terbarukan di Indonesia pada pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP21), Paris, Prancis, 30 November 2015. Presiden Indonesia memberikan komitment Target mencapai 23 persen penggunaan Energi

Ke manakah Indonesia harus Berkiblat dalam Mengembangkan Energi Terbarukan?

Kebijakan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia telah dimulai sejak lebih dari 1 dekade yang lalu. Berbagai kebijakan telah diluncurkan untuk memperbesar penetrasi energi terbarukan dalam menyuplai energi listrik nasional. Salah satu di antaranya adalah dengan melibatkan peran kampus di dalamnya. Sejak pemerintah menggalakkan pengembangan pemanfaatan energi terbarukan, hampir setiap kampus mengarahkan penelitiannya ke arah hal tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya, implementasi pemanfaatan energi terbarukan di lapangan belum optimal.   Paper atau jurnal penelitian sebagai produk akademis dapat dijadikan salah satu indokator