Monthly Archives: July 2017

Teknologi untuk Komunitas

Konsep pembangunan berkelanjutan yang mengisyaratkan agar apa yang kita lakukan saat ini tidak membebani kehidupan generasi masa depan semakin didengungkan. Hal tersebut dilandasi oleh kesadaran akan kondisi dunia saat ini, yaitu kelangkaan bahan bakar minyak dan polusi udara. Saat ini, energi listrik sebagai bentuk energi populer di masyarakat masih didominasi dari bahan bakar fosil. Budaya yang diwariskan dari penggunaan bahan bakar fosil semakin memperparah kondisi dunia dengan menimbulkan polusi udara dan kebakaran hutan sebagai efek samping pemanasan global. Selain itu, terjadi

Siklus Rankine Organik pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada ring of fire (Gambar 1)  memiliki potensi panas bumi sebesar 28,91 GW dari 312 area panas bumi. Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hingga tahun 2013 sebesar 1,3435 GW [1]. Sistem panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistem hidrotermal yang mempunyai temperatur tinggi (> 225oC) dan hanya beberapa yang memiliki temperatur sedang (150o – 225o C)[2]. Lapangan panas bumi hidrotermal di Indonesia yang tersebar ke dalam 56 WKP (wilayah kerja panas bumi)